Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana Prosedur Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan?

 

Bagaimana Prosedur Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan?

Apakah asuransi sudah 10 tahun boleh klaim asuransi? Nasabah sering menanyakan hal ini ke saya. Hari ini, saya akan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan nasabah tentang penarikan uang di asuransi. Apakah perlu menunggu 10 tahun baru bisa menarik uang dalam asuransi? Bagaimana cara penarikan uang ini? Apakah seperti tarik uang di bank? Berapa lama proses penarikan? Berapa banyak uang yang bisa ditarik?

 Bagaimana cara mengambil uang asuransi? Apakah uang diambil langsung dari agen atau ditransfer melalui bank? Jika tidak punya rekening bank, apakah bisa ditransfer ke rekening orang lain seperti suami, istri, kakak, adik, anak, ayah, ibu? Jika menggunakan transfer, apakah harus ke bank tertentu atau boleh ke bank manapun? Dan tips agar uang asuransi cepat dikirimkan.

Pertanyaan pertama: Kapan baru bisa tarik uang asuransi? Banyak yang mengira perlu menunggu 10 tahun. Jadi, selama 10 tahun ini nasabah terus-menerus menyetor premi asuransi, walaupun sedang nganggur atau bisnis sedang merosot, bahkan ada yang sampai menjual tanah demi uang premi tersebut.

Karena mereka takut hasil investasi asuransinya akan jelek jika tidak rutin menyetor premi. Ternyata, setelah susah payah menyetor premi selama 10 tahun, hasil investasi juga tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh agen. Saya sudah membahas lengkap mengenai hal ini di sini.

Nah, bapak-ibu, jika Anda sedang mengalami kesulitan ekonomi, untuk berasuransi, cuti saja. Walaupun Anda sedang cuti proteksi asuransi Anda tetap ada, tetap bisa klaim sepenuhnya, dan jika Anda butuh uang, tarik saja kapanpun bisa ditarik, tidak perlu menunggu 10 tahun. Yang penting, ikuti prosedur dalam penarikan dana asuransi.

Bapak-ibu, apakah Anda mengira menarik uang asuransi seperti menarik uang di bank? Anda ke bank, mengisi slip penarikan, dan uang langsung Anda dapatkan dari teller, dan itu hanya proses sekitar setengah jam.

Kenyataannya tidak begitu. Proses penarikan asuransi memiliki tahapannya sendiri.Pertama, Anda harus punya uang di dalam asuransi Anda. Kedua, isi formulir penarikan dana dari asuransi. Anda bisa dapatkan formulir ini dari agen Anda atau dari perusahaan asuransi.

Ketiga, ada minimal penarikan, biasanya satu juta rupiah. Jadi, Anda tidak bisa menarik hanya Rp100 ribu dari dana asuransi Anda. Keempat, ada minimal setoran, bukan penarikan. Anda harus menyisakan minimal penarikan dana yang ditentukan, biasanya 2 juta rupiah.

Tujuannya adalah agar memastikan biaya asuransi Anda cukup dipotong dari dua juta rupiah ini, sehingga asuransi Anda tetap aktif. Dalam situasi ketika nasabah butuh dana, ada kemungkinan nasabah tidak menyetor premi asuransi, dan polis ini bisa hangus atau mati.

Berapa lama periode penarikannya? Biasanya, proses penarikan memakan waktu 2-3 minggu setelah dokumen penarikan lengkap diterima oleh pusat asuransi. Di sini ada proses verifikasi penting, yaitu dari asuransi akan menghubungi nasabah melalui telepon untuk memastikan bahwa nasabah benar-benar mengajukan penarikan dana asuransinya.

 Tujuannya adalah agar uang Anda tidak dimanfaatkan oleh agen yang nakal. Bagaimana caranya? Mereka dapat menggunakan nama yang sama dengan nasabah untuk membuat tabungan atas nama nasabah tersebut. Kemudian, uang akan dicuri dan ditransfer ke rekening yang baru. Oleh karena itu, pastikan nomor handphone dan email Anda yang aktif terdaftar di asuransi.

 Jika Anda menerima SMS notifikasi pembayaran atau tagihan untuk membayar premi dari asuransi, berarti nomor Anda sudah terdaftar. Namun, jika Anda tidak pernah menerima notifikasi tersebut, hubungi agen Anda sekarang atau daftarkan nomor tersebut ke perusahaan asuransi melalui telepon.

Apakah dana asuransi ini bisa ditarik semua? Tidak, jika Anda menarik semua, berarti polis asuransi akan ditutup dan tidak berlaku lagi. Anda perlu menyisakan saldo minimal seperti tabungan di bank. Jika uang tabungan sudah ditarik semua, berarti rekeningnya ditutup.

Cara mengambil uang asuransi adalah dengan mentransfer langsung ke rekening bank nasabah. Tidak ada pengambilan cash atau uang tunai yang dititipkan ke kantor asuransi atau agen Anda. Transfer ke rekening bank nasabah merupakan cara yang wajib, kecuali jika Anda tidak memiliki rekening bank.

Apakah bisa memberikan kuasa dengan mentransfer ke rekening orang lain? Ya, bisa. Orang lain bisa menjadi penerima transfer, seperti saudara, suami, istri, anak, ayah, ibu, atau tetangga. Namun, transfer harus dilakukan ke rekening pemegang polis.

Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya penipuan antar sanak saudara sendiri, seperti yang sering kita lihat dalam drama televisi, di mana istri menceraikan suami dan sang istri atau anak dilakukan oleh orangtua dan sebagainya.

Jika Anda tidak memiliki rekening bank, silakan buka rekening di bank mana pun, kecuali bank khusus  Hanya bank umum yang bisa menerima transfer dana dari bank umum lainnya secara nasional.

Inilah beberapa tips penarikan dana asuransi Anda: pertama, penarikan dana akan dihitung berdasarkan harga unit link saat pembukuan Kedua, ketika Anda ingin melakukan penarikan, pastikan harga unit link sebelumnya.

 Misalkan, jika harga unit link ditargetkan sebesar Rp3.000 per unit, namun setelah tiga minggu ternyata mengalami penurunan menjadi Rp2.700, artinya terjadi penurunan sebesar 10%. Hal ini berarti nilai saldo dalam asuransi Anda turun dari 10 juta menjadi 9 juta.

Karena Anda harus menyisakan minimal 2 juta, berarti Anda hanya bisa menarik maksimal 7 juta. Jika Anda melebihi batas maksimal tersebut, transaksi akan dianggap batal dan Anda harus mengulang proses dari awal.

Saran saya, ketika Anda hendak menarik dana, luangkan atau kurangi batas maksimal Anda sebesar 50%. Misalnya, jika Anda hendak menarik 8 juta, maka kurangi 10% menjadi 7,2 juta. Hal ini untuk mengantisipasi penurunan harga unit link. Pastikan juga nomor handphone dan email Anda yang aktif terdaftar di asuransi. 

Posting Komentar untuk "Bagaimana Prosedur Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan?"